Satu
Rosa Ayu Permata lengkapnya. Atau lebih sering di panggil Ocha masih menyempatkan diri memperhatikan dirinya di depan cermin. Padahal sahabatnya, Rachel sudah dari tadi berceloteh di depan kamarnya. “Ocha…!!! Lama banget sih. Masa’ hari pertama sekolah udah telat sih.!!”
“iya, iya… bentar lagi selesai kok..” teriak Ocha di dalam kamar lalu menyeringai geli melihat tingkah sahabatnya itu yang baru di temuinya lagi beberapa hari yang lalu saat liburan sekolah. Dengan berpakain baju OSIS putih biru, dasi biru tua bermotif kotak-kotak, rompi yang sedikit menyebalkan tetapi tetap imut (masih) dengan motif kotak-kotak. Tak lupa sebagai pelengkap aksesoris diikatkannya pita–dikucir tinggi-dengan warna hijau muda di kepalanya menemani rambut panjang bergelombangnya yang indah,,, Ocha terus melihat dirinya di depan cermin. “Cukup manis…” gumamnya kemudian keluar dari kamar dan menyusul Rachel yang sedari tadi sudah menunggunya.
“akhirnya nyonya besar selesai juga… Alhamdulillah penantian gue tersampaikan juga… makasih ya Allah..” kata Rachel dengan gaya lucunya yang langsung bersujud seolah-olah dapat rezeki nomplok yang harus di syukuri dengan bersujud. Saking lucunya, Ocha sampai tidak tahan menahan tawanya.
“Aduh..gak selebay itu kali.!!!” Kata Ocha sambil terus tertawa.
“Habis… lo sih lama banget.!!!”Kata Rachel jengkel. “Yuk.!!” Katanya sambil menggandeng tangan Ocha.Ocha hanya menyeringai geli sekaligus senang melihat kembali tingkah sehabatnya yang lama tak di jumpainya.
Ocha masih saja sibuk celingukan tidak karuan melihat sekolah barunya itu. ‘kembali ke awal. Ke tempat ku seharusnya berada’ batinnya sambil terus berjalan di gandengan Rachel.
Ocha, anak pindahan dari Makasssar yang SEBENARNYA lahir dan di besarkan beberapa tahun di Jakarta. Well,,, dan sekarang dia kembali ke asalnya… ayah Ocha seorang direktur salah satu perusahaan di Jakarta.Yang dipindah tugaskan untuk sementara ke Makassar.Beberapa tahun dilewati dan beberapa hari yang lalu adalah hari dimana ‘kepulangan’ Ocha.
Ocha sibuk celingukan tidak karuan, Rachel malah sibuk bersapa-sapa ria dengan anak-anak yang laen, kakak-kakak kelas, dan adek kelas yang baru masuk. Populer sih…
“Hm.. hel. Kebelet nih,, bawain sampai ke kelas dong…” pinta Ocha kepada Rachel sambil memberikan tasnya kepada Rachel.
“Emang nih sekolah punya nenek moyang lo apa..??”
“ye… sewot.!! Tapi iya juga sih…” Ocha berfikir keras dengan memperlihatkan muka gobloknya yang paling goblok yang pernah dilihat Rachel.Mau tidak mau Rachel tertawa juga melihat tingkah sahabatnya itu.
“hahaha…. Ya udah, nanti gue cariin tempatnya deh” katanya sambil tertawa.Tak ingin memperpanjang perbincangan mereka, Ocha cepat-cepat berlari kearah toilet sekoah.
“Huph… untung masih keburu.Oh iya, upacaranya…” kata Ocha sambil membuka pintu toilet.Ocha pun berlari.Maksudnya sih supaya tidak ketinggalan upacara.,.. BUGH..!!!. “Aduh… Apes banget sih. Nih udah telat kok malah nabrak orang lagi… goblok.!!”Gumamnya. “Hmm,, uhmm,,, sorry nggak sengaja”katanya sambil mengangkat wajah melihat lawan bicaranya. Ternyata orang yang ditabraknya itu seorang cowok tinggi, cuuaakeeep… banget.!!!Ocha sampe’ melongo ngeliatin tuh cowok saking cakepnya. Kalau waktu itu ada lalat yang lewat, pasti udah kelelep ma Ocha deh.!!‘Tapi berhubungan tuh cowok yang aku tabrak, mesti cepet-cepet kabur nih.!! Sebelum di laporin ke BK. Kan nggak lucu hari pertama sekolah langsung masuk BK…!!!Batin Ocha setelah tersadar. Cepat-cepat ia menunduk kembali dan bersiap-siap ambil langkah seribu buat… CABUT.!!!
Tapi, belum sempat Ocha cabut menjauh dari cowok cakep itu, cowok itu langsung menarik rambutnya. “Ih,, sadis banget sih…” gumamnya. “APA??” Tanya cowok itu tiba-tiba dengan intonasi datar. Gila nih orang, tajam banget sih pendengarannya. “hmm… eng,, nggak jadi” sergahnya cepat. Nggak jadi?? Jawaban macam apa sih tuh. Udah nggak nyambung,, mencurigakan lagi.
“Hm… ya udah aku mau upacara dulu,,” sebelum terlambat, Ocha berbalik untuk kedua kalinya dan berharap tidak dihalangi lagi.
“Eits… mau lari ke mana??” tanyanya sambil menarik rambut Ocha, sampai pita hijau yang dikenakannya terjatuh tanpa Ocha sadari.‘Argh.. LAGI..?!? dasar sadis, nggak punya perasaan’.
“Ada apa lagi sih.?!?” Setelah dari tadi membelakangi cowok itu, dengan muka yang memerah karena kesal, Ocha pun berbalik menatap langsung lawan bicaranya. Seandainya tidak dalam keadaan emosi, Ocha pasti sudah kembali terpanah melihat ketampanan cowok itu dengan jarak sedekat sekarang.Beberapa saat cowok itu diam memperhatikan Ocha sambil memikirkan sesuatu.
“Setelah bolos nggak upacara, mau asal kabur??Gitu??” tanyanya setelah tersadar dari lamunannya.
“Heh,,, nggak ada sejarahnya tuh, seorang Ocha bolos. Aku tuh..” belum sempat menyelesaikan pembelaan, cowok itu langsung menarik dasi Ocha. ‘Gila nih orang, kayak nggak ada cara lain ajah. Tadi narik rambut, sekarang narik dasi. Duh..ya Allah moga-moga nanti aku selamat sampai di rumah.’
“Oh.. Ocha yah..udah lah simpan pembelaan lo itu di ruang BK nanti..!!” katanya tanpa berhenti menarik dasi Ocha. ‘Duh… kok udah kayak mau diadilin gini sih..kayak udah melakukan kesalahan besar ajah…(walau pun ada benernya juga sih..).’.
“Udah deh.! Aku, ehh maksudnya gue bisa jalan sendiri kok!! Nggak usah pake’ acara narik dasi segala..” kata Ocha sambil menepis tangan cowok itu dari dasinya.
“Eh,, Raka ada apa??” kata seorang guru BK setelah kami sampai di depan ruang BK.Ocha yang belum kenal seluk beluk sekolahnya serta riwayat hukuman apa saja yang pernah diberikan guru-guru disini, hanya bisa berdiri kebingungan. ‘oh.. Raka yah.!! Awas ajah nanti.!!’
“Ini bu’ ada murid yang nggak ikut upacara” lapor Raka nyindir.‘Sialan nih orang.!! Belum cukup apa buat aku berantakan kayak gini..’.
“oh, silahkan masuk” kata guru itu mempersilahkanku masuk. Tapi dengan nada bicara yang meyeramkan. Huph… ya Allah, selamatkanlah hambamu ini..sebelum masuk, Ocha menyempatkan diri menatap Raka dengan tatapan sinis. ‘Awas ajah nanti,, pasti akan kubalas semua ini. Tunggu ajah tanggal mainnya’ batinnya.Raka malah senyum kepadanya. Tapi bukan senyum sapaan atau apa, melainkan senyum penuh kemenangan. Ocha pun nggak mau kalah, cepat-cepat dia membuang muka di hadapan Raka.Dengan perasaan super gondok, Ocha pun masuk dengan menginjak kaki Raka yang besar itu, tanpa berpaling sedikit pun.
“Aww…” teriak Raka. “Kenapa nak??”Tanya bu’ Lila.“Nggak apa-apa kok. Lanjutin ajah memproses anak-anak yang membolos kayak dia itu bu” Sialan nih anak..
‘Ya Allah… kenapa sih hari ini, hari pertama aku sekolah di sini, udah dapat kesialan beruntun… Dan semuanya berawal dari cowok yang bernama RAKA.!!!
Kesialan yang paling besar yang dibawanya adalah guru BK yang baru aku tau namanya yaitu Bu’ Lila.Guru yang udah omelin aku sampai kaki ku pegal-pegal karena nggak diizinin duduk, guru yang udah bikin telingaku udah hamper budek plus jadi tebal karena udah dengar ceramahnya.Yang muter-muter di antara satu inti.“Ini adalah salah satu sekolah terbaik di Jakarta.Sekolah yang terkenal karena kedisiplinan serta kebersihannya.Sudah banyak siswa berprestasi yang dihasilkan sekolah ini.Tapi kurasa, kamu bukan salah satu dari anak-anak berprrestasi tersebut… n bla blabla…” kurasa beberapa kalimat yang diucapkan bu’ Lila itulah yang buat telingaku kebal dengar ceramah. Di tambah lagi, mungkin kalimat-kalimat itu diulang sampe 20 kali dalam sejam.!!Dua orang menyebalkan langsung muncul di hadapanku di hari PERTAMA aku sekolah di SMP ini.
“OCHA..!!!” teriak Rachel dari belakang dengan terengah-engah.
“Ada apa sih..??” Tanya Ocha jutek.
“Ih,, jutek amat sih..” katanya sambil mulai menenangkan nafas. “Cha,, gue bawa kabar gawat nih…”
“Apa..??” Tanya Ocha pelan sambil mengerutkan kening.
“Kita pisah kelas,,”Jawabnya singkat.
“Aduuh lebay deh…” kata Ocha santai masih kesal sama bu’ Lila dan Raka tentunya. “IH… beneran lagi. Dekat sih,, gue 8.1 elonya 8.3… tapi tetep ajah namanya pisah kelas. Padahalkan kita baru ajah ketemu lagi… coba ajah kita satu kelas, pasti bakal lebih seru” jawab Rachel yang tiba-tiba menjadi murung.
“ya udah,, nggak apa-apa… kan kalau istirahat masih bisa ketemu,, kalau pulang juga masih bisa bareng… jangan sedih dong,,” kata Ocha langsung menghibur sahabatnya itu.
“Eh Ocha, ngomong-ngomong kok rambut lo jadi tergerai gitu?? Perasaan tadi rambut lo diikat pake’ pita hijau deh…” Tanya Rachel bingung.
Ocha meraba kepalanya, memastikan perkataan Rachel.“Iya ya… duh jatuh dimana lagi tuh?? Bantu aku cari dong hel…” kata Ocha kemudian mulai mencari pita hijau itu disekelilingnya.
“Duh..nggak denger yah.?? Kan udah bel..nanti ajalah nyarinya. Lagian lo lebih cantik kok kalau rambut lo digerai gini…” Rachel terdiam sesaat. “Hmm…. Cha, bukannya ngatur-ngatur lo nih. Tapi coba deh, ubah kebiasaan lo yang ngomong aku kamu gitu... takutnya nanti kamu malah dianggap kuper banget lagi sama anak-anak lain.. walaupun emang rada-rada kuper sih...”
“Sialan lo.!! Iya deh nanti aku eh, gue usahain. Eh, tapi nanti istirahat temenin gue nyari pita hijau gue yang jatoh tadi.…”
Dengan lemas, Ocha dan Rachel pun berjalan ke arah kelas masing-masing. Sudah kebiasaan sekolah ini, setiap tahun ajaran baru, sistem penentuan kelas dengan sistem acak. Dan ciri khas yang lainnya dari sekolah ini adalah, bangku masing-masing murid ditentukan oleh wali kelas masing -masing dengan menempelkan nama siswa tersebut pada bangku yang akan di dudukinya.
Sesampainya dikelas, kelas sudah ramai.Itu justru membuat Ocha senang, karena tidak perlu repot-repot berkeliling mencari namanya.Tidak lama kemudian, akhirnya Ocha menemukan bangkunya.Bangku yang letaknya cukup strategis.Bangku ke dua paling kiri dekat jendela.‘Yup.!Sangat strategis untuk meningkatkan daya khayalku.’Batinnya.
Ocha terduduk lemas dibangkunya sambil menenggelamkan wajah di atas tas yang diletakkan di atas meja sambil meratapi nasibnya yang menurutnya sial. ‘Rambut dan dasi ditarik-tarik… di ceramahi bu Lila sampai sejam… dan akhirnya pisah kelas sama Rachel. Duh..sial benget sih kamu Ocha.!! Masa’ baru hari PERTAMA tahun ajaran baru sudah mendapatkan TIGA kesialan.!! Semua gara-gara tuh orang..awas nanti kalau ketemu. Ku tarik-tarik nanti rambutnya lebih sadis dari pada cara dia narik rambutku,, ku jambak-jambak nanti mukanya,, kalau perlu kusileti..!!! Ugh,, tuh kan.. kalau kayak gini pasti jadinya nggak bisa nahan emosi. Tahan cha,,!!’
Mungkin karena terlalu sibuk meratapi nasib, Ocha sampai tidak sadar dengan kehadiran seseorang disampingnya. ‘kok kayak ada orang disamping yah…’ pikir Ocha. ‘Oh iya, dari tadi aku belum liat siapa teman sebangku ku…’ batinnya, kemuadian tiba-tiba menjadi ceria kembali.Ocha pun menengadahkan wajah ke atas.Sedetik setelah itu, senyum yang terpasang menjadi kerutan dan kejengkelan yang dari tadi dia simpan. “Ugh…” kataku sambil mengepalkan tanganku tanda kejengkelan. Lalu membuang muka darinya kemudian kembali memandang keadaan luar sekolah lewat jendela di samping ku.‘Kenapa tadi Rachel nggak bilang kalau aku itu sekelas sama orang ini sih…’ batinnya kesal.
“eh.. lo bukannya cewek yang tadi pagi ngebolos upacara itu kan… gimana.. enak nggak diceramahi bu’ Lila??” Tanya Raka sambil tersenyum mengejek.‘Sial.!!! Nggak ada rasa bersalahnya nih orang. Padahal kan dia yang nyeret aku sampe’ ke bu Lila segala.!! Eh, malah ngejek lagi… Biar ajah ku kacangin kali yah,, biar dia tau rasa.’
“Hello..lo emang budek,, atau pura-pura budek sih??” tanyanya mulai jengkel. Tapi Ocha terus mengacuhkannya seolah tak mendengar apa yang Raka ucapkan. “HELLO… I’AM HERE.!!!lo dari tadi denger nggak sih apa yang gue bilang?? Gue udah setengah mati ngoceh juga.Eh, malah di kacangin. Telinga lo masih berfungsi kan?? Kalau emang masih berfungsi, jawab dong.!!Atau jangan-jangan suara lo yang abis?? Tapi kok tadi pagi baik-baik ajah tuh.!!!Masih bisa ngoceh tuh, masih bisa berjutek-jutek ria tuh..Jawab dong.. masa’ gue dikacangin terus… atau jangan-jangan otak lo lagi yang error..” katanya panjang lebar. Ih… nyebelin banget sih.Pake’ acara bilang otakku error lagi. Oke,, kalau itu mau mu,, akan kukacangin terus kamu sampe’ aku puas… hohoho…
Wajah Raka makin cemberut.Sepertinya karena pengacangan Ocha tadi setelah dia bicara panjang lebar.Ocha tersenyum puas melihat situasi itu.Namun, senyum Ocha itu langsung terhapuskan ketika Raka menarik tangannya hingga berbalik badan dan mendekat ke wajahnya, sangat dekat malah.Ocha tertunduk dan berusaha untuk melepaskan genggamannya berharap bisa bebas dari suasana seperti saat ini. Namun,, hasil yang diperoleh justru sebaliknya semakin dia berusaha melepaskan genggamannya, semakin kuat juga genggaman Rakat menggenggam tangannya. Hingga akhirnya Ocha menyerah dan pasrah terhadap apa pun balasan dari pengacangannya tadi.
“Heh… lo kira dikacangin itu enak??Orang gue sudah bicara panjang lebar juga lo malah kacangin..baru liat cewek senyebelin lo..!!! nyesel sebangku sama cewek kayak lo… nyebelin, nggak disiplin pula..” katanya.
Ocha pun menengadahkan kepalanya,, melepaskan genggaman Raka,, kemudian berdiri. “Sorry yah kalau aku itu nyebelin,, atau pun nggak disiplin,..!!! Tapi sayangnya aku juga NGGAK PERNAH mau tuh sebangku sama kamu. Cowok yang SOK kayak kamu..yang nggak pernah mikirin perasaan orang lain,, yang bicara asal nyerocos tanpa tau apa yang dia katakan… kenapa sih tuhan kasi’ aku cobaan segini beratnya, kenapa tuhan harus mempertemukan kita, yang cuman bikin aku marah-marah terus, yang bikin aku sial terus. Padahal baru ajah 2 hari aku tinggal di Jakarta, tapi langsung harus menghadapi cowok kayak kamu.!!!” Raka terdiam sesaat.Untuk yang kedua kalinya, dia terdiam sesaat jika berbicara dengan Ocha.Sementara Ocha sendiri, mukanya sudah memerah karena jengkel, serta marah, matanya juga sudah mulai berkaca-kaca. Sementara Raka dan Ocha semakin memanas, murid-murid di sekitar mereka tanpa mereka sadari sangat menikmati pertunjukan di depan mereka.
Baru saja Raka membuka mulutnya untuk membalas perkataan Ocha.Wali kelas mereka datang.Semua murid pun langsung tertib duduk di bangku masing-masing.Ocha yang sadar Wali Kelasnya itu datang, juga langsung kembali duduk, tapi kemudian menjauhkan kursinya dari Raka.
“Selamat Pagi anak-anak….” Kata wali kelas Ocha yang bernama bu’ Ana.
“pagi bu…”
“Ini hari pertama memulai tahun ajaran baru. Ibu pula yang akan menjadi wali kelas kalian selama kelas 8 ini. Ibu harap, dengan bertambahnya umur kalian, kalian sudah dapat bersikap lebih dewasa.Kalian bukan lagi anak kelas 7 yang kerjanya cuman main-main.Ibu harap juga, kalian bisa lebih serius menanggapi pelajaran-pelajaran di kelas 8 ini.”
Kalimat-kalimat pembuka bu’ Ana, sungguh berkesan bagi murid-murid yang mendengarkannya, termaksud murid-murid di kelas 8.3 ini.Semua mendengar dengan saksama kalimat-kalimat berikutnya yang di katakan oleh bu’ Ana. Ocha pun hatinya menjadi lebih tenang mendengarkan pidato bu’ Ana. Aneh juga sih, ada anak yang jadi tenang hatinya karena mendengarkan pidato… tapi kali ini memang betul-betul beda.!!
Suara bu Ana yang lembut tapi tegas, kalimat-kalimat yang to the point, parasnya yang cantik serta menunjukkan kelembutan, matanya yang indah tapi menunjukkan keinginan keras, serta kerudung putih yang menutupi rambutnya.Semuanya terlihat begitu sempurna. Tidak ada yang bisa mengalihkan pandangan jika berhadapan dengan bu’ Ana
“Baik, sekarang ibu akan memperkenalkan teman baru kalian.Silahkan maju, Rosa Ayu Permata untuk memperkenalkan diri.”Kata bu’ Ana memerintahkan Ocha untuk maju. Tanpa ragu, Ocha pun maju ke depan kelas.
“Hai semua… nama k… “ Ocha terhenti, dia terikat kata-kata Rachel untuk merubah cara bicaranya. “hmm… nama gue Rosa Ayu Permata, tapi panggil ajah Ocha. Gue murid pindahan dari SMPN 12 Makassar.Dan gue harap, gue bisa akrab dengan kalian semua…” kata Ocha memperkenalkan diri, lalu memperlihatkan senyum manisnya.Semua terpana melihat kemanisan wajah Ocha.Ditambah lagi rambut hitam indah bergelombang. Entah suatu kebetulan,, atau apa, tapi yang jelas, saat itu semua yang melihatnya sedang berfikir satu hal yang sama.. ‘beruntung benar 8.3,,, dapat guru paling cantik satu sekolah, dapat cowok cakep, pintar, pokoknya perfect deh.. yang satu sekolah juga tau ke-perfect-annya,,,, ditambah sama anak baru yang super duper manis…’
COWOK NYEBELIN..!!!